
Asad-Said-Ali
“Ansor adalah garda terdepan NU dan menjadi ujung tombak perjuangan.
Mereka yang muda yang harus berjuang,” katanya dalam acara pelantikan
Pengurus Pusat Ansor di Tugu Proklamasi, Kamis (24/2) malam.
Untuk bisa berjuang, katanya, para kader Ansor harus mempersiapkan
dirinya baik secara fisik dan mental sehingga tidak gagal di tengah
perjalanannya.
Ia juga mengingatkan agar Ansor menjaga komitmen terhadap ajaran
ahlusunnah wal jamaah, harus berada di tengah-tengah, tidak ekstrim kiri
atau ekstrim kanan. “Ansor harus menjaga semangat keislaman,
kebangsaan secaa pararel bersama-sama, tidak boleh ditinggalkan salah
satunya,” terangnya.
Ia juga menegaskan, agar Ansor terus memperjuangkan kemandirian,
bukan independensi serta menjaga akhlakul karimah sebagai cerminan dari
anak NU. “Jangan main di nite club, jangan ikut jadi penjaga nite
club,” pesannya.
Sementara itu Menpora Andi Mallarangeng menyatakan, Ansor milik dan
memiliki bangsa Indonesia. Karena itu, logis jika ada berbagai masalah
di bangsa ini, Ansor turut mengawal bangsa.
Ia juga menyatakan kebangaannya karena Ansor selama ini bukan hanya
mengayomi umat Islam, tetapi juga non muslim sebagai komitmen pluralitas
Ansor.
“Saya mengapresiasi Ansor karena melindungi yang lemah, menengahi
yang berkonflik, bukan menghunus pedang sehingga Ansor menjadi milik
bersama,” tandasnya.
Dengan peran-peran yang dimiliki tersebut, Ansor diharapkan dapat
mempelopori organisasi kepemudaan lain untuk berbuat hal yangs sama
untuk menjadikan bangsa ini terus eksis dan maju.
Setelah acara pelantikan semalam, para pengurus baru akan mengikuti
orientasi kepengurusan, rapat kerja dan out bond di pesantren Al
Masturiyah Sukabumi Jawa Barat. (mkf)


0 komentar:
Posting Komentar