News Update :

Profil

Ahmad Dani meriahkan konser harlah GP Ansor

Selasa, 17 Juli 2012

Solo - Pentolan Grup Band Dewa Ahmad Dani melepas kerinduan penggemarnya ikut memeriahkan korser panggung hiburan Hari Lahir Ke-78 Gerakan Pemuda Ansor di parkir Stadion Manahan Solo, Selasa malam.

Ahmad Dani yang mengenakan seragam GP Ansor bersama Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid langsung naik panggung hiburan untuk membawakan beberapa lagu album Dewa menghibur warga Kota Solo.

Ahmad Dani pada lagu pertama bersama Nusron Wahid membawakan lagunya Jamrud yakni selamat ulang tahun untuk Harlah Ke-78 GP Ansor yang digelar di Kota Solo, dengan tema "Peningkatkan Kebhinekaan dan Mengetaskan Kemiskinan".

Ahmad Dani yang diiringi Grup Band Ahmad Dani School Of Rock (Ansor) asal Solo, mengajak penggemarnya warga Solo untuk bernyanyi bersama dengan membawakan lagu berjudul "Madu Tiga".

Bahkan, saalah juri "Indonesian Idol" itu membuat penggembarnya suhu semakin panas ketika membawakan lagu albumnya Desa berjudul "Separuh Nafas".

Ahmad Dani yang juga sebagai Ketua Tanggap Bencana (Tagana) GP Ansor tersebut membawakan lagu ketiga album Dewa berjudul "Sedang Ingin Bercinta".

Dani pada penampilan yang terakhir di panggung hiburan Harlah GP Ansor dengan membawakan lagu slow berjudul "Munajat Cinta".

Lagu terakhir Ahmad Dani pada penampilannya di Kota Solo tersebut mengajak penggemarnya yang mayoritas keluarga besar GP Ansor di Kota Solo itu, untuk bernyanyi bersama.

Menurut Ahmad Dani, dirinya sangat cinta dan tetap setia dengan GP Ansor diusianya yang ke-78 ini.

Menurut Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid, Ahmad Dani di GP Ansor mengurusi tentang tanggap bencana alam seperti Gunung Merapi meletus, banjir dan bencana lainnya.

"Masyarakat yang meminta bantuan jika ada bencana alam dapat menghubungi Ahmad Dani sebagai Ketua Tagana GP Ansor," kata Nusron.

Selain Ahmad Dani pada panggung hiburan Harlah GP Ansor yang digelar tengah-tengah kegiatan "Expo Financial Inclusion" di Manahan Solo itu, juga menampilkan Orkes Dangdut Ken Arok asal Salatiga. (ANT)

Sumber : Anataranews.com

EORKES ANSHOR DAN PADUAN SUARA UKSW MERIAHKAN HARLAH GP ANSHOR

Kolaborasi antara Ansor Orchestra dan paduan suara Universitas Kristen Satya Wacana, Salatiga memeriahkan puncak perayaan hari lahir GP Ansor ke-78 di Stadion Manahan, Solo, Senin (16/7/2012) malam. Perayaan harlah tersebut juga dihadiri oleh ribuan anggota GP Ansor dari berbagai daerah.

HARLAH GP ANSOR, Antusiasme Banser pun Tak Terbendung

Sebanyak 50.000 Banser memadati Stadion Manahan sebelah barat. Mengenakan seragam lengkap dengan membawa bendera Nahdlatul Ulama (NU), ribuan peserta itu memanaskan suasana dalam tribun dengan berbagai yel-yel Banser masing-masing daerah.

Sementara, di luar tribun, ratusan Banser  yang tak mendapatkan tempat, rela menonton seluruh rangkaian acara di tiga layar berukuruan sekitar 3X2 meter yang disediakan panitia di stadion sebelah selatan. Menggunakan alas seadanya, dengan khusyuk mereka menyaksikan setiap rangkaian acara bersama ratusan jamaah Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.
Antusiasme ribuan Banser memang tak terbendung. Mereka yang berasal dari berbagai wilayah ini mengaku datang ke Harlah GP Anshor adalah sebuah kewajiban. Mualif misalnya, meski raut mukanya sudah terlihat kusut, ia mengaku tetap semangat. Kelelahannya yang dirasakan sejak pagi seolah hilang setelah melihat meriahnya acara di dalam stadion.  “Tadi harus jalan kaki cukup jauh dari area parkir, tapi ya sampai di sini (Stadion Manahan) lelahnya hilang,. Kami akan ikuti acara hingga rampung,” ungkap lelaki ini.

Banser asal Boyolali, Budi, tak kalah antusias. Lelaki yang datang bersama puluhan Banser lain dari Boyolali ini mengaku undangan Harlah GP Ansor baru diterima pukul 18.00 WIB. Namun, hal itu tak menyurutkan niatnya datang ke acara yang dihadiri Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono itu. “Tahu ada undangan itu kami yang tanpa persiapan langsung berkemas. Pokoknya harus dating, demi solidaritas bersama,” ucapnya mantap.

Sementara, di luar Stadion Manahan, ribuan kendaraan roda dua dan empat milik peserta memnuhi jalanan Kota Solo. Sebanyak 19 titik kantong parkir yang disediakan panitia hampir terisi semua. Kantong parkir terjauh di Belakang Kolam Renang Tirtomoyo Jebres dan depan Rumah Sakit Panti Waluyo.
Meski parkir berada di beberapa lokasi yang cukup jauh dari Stadion Manahan, sejauh pantauan Espos, kemacetan lalu lintas tidak terjadi secara permanent. Kemacetan hanya terjadi di saat-saat tertentu, sehingga tidak ada pengalihan arus.

Saat Banser mulai memasuki dan keluar Stadion Manahan kepadatan lalu lintas mencapai puncaknya. Meski lancar, kendaraan hanya bisa berjalan menyemut. Kemacetan mencapai dua jam. “Semua berjalan lancar, tidak ada kecelakaan, hanya macet biasa,” ungkap Kapolresta Solo, Kombes Pol Asjima’in, di lokasi Harlah.

Sumber : Solopos.com

HARLAH GP ANSOR: Kendaraan Peserta Padati Kawasan Seputar Stadion Manahan

SOLO - Puncak peringatan hari lahir GP Ansor di Stadion Manahan, Solo, Senin (16/7/2012) malam betul-betul menyedot massa dalam jumlah luar biasa.
Sebanyak 50.000 Banser memadati Stadion Manahan sebelah barat. Mengenakan seragam lengkap dengan membawa bendera Nahdlatul Ulama (NU), ribuan peserta itu memanaskan suasana dalam tribun dengan berbagai yel-yel Banser masing-masing daerah.

Sementara, di luar tribun, ratusan Banser yang tak mendapatkan tempat, rela menonton seluruh rangkaian acara di tiga layar berukuruan sekitar 3X2 meter yang disediakan panitia di stadion sebelah selatan. Menggunakan alas seadanya, dengan khusyuk mereka menyaksikan setiap rangkaian acara bersama ratusan jamaah Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf.

Antusiasme ribuan Banser memang tak terbendung. Mereka yang berasal dari berbagai wilayah ini mengaku datang ke Harlah GP Anshor adalah sebuah kewajiban. Mualif misalnya, meski raut mukanya sudah terlihat kusut, ia mengaku tetap semangat. Kelelahannya yang dirasakan sejak pagi seolah hilang setelah melihat meriahnya acara di dalam stadion. “Tadi harus jalan kaki cukup jauh dari area parkir, tapi ya sampai di sini (Stadion Manahan) lelahnya hilang,. Kami akan ikuti acara hingga rampung,” ungkap lelaki ini.

Banser asal Boyolali, Budi, tak kalah antusias. Lelaki yang datang bersama puluhan Banser lain dari Boyolali ini mengaku undangan Harlah GP Ansor baru diterima pukul 18.00 WIB. Namun, hal itu tak menyurutkan niatnya datang ke acara yang dihadiri Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono itu. “Tahu ada undangan itu kami yang tanpa persiapan langsung berkemas. Pokoknya harus datang, demi solidaritas bersama,” ucapnya mantap.

Sementara, di luar Stadion Manahan, ribuan kendaraan roda dua dan empat milik peserta memnuhi jalanan Kota Solo. Sebanyak 19 titik kantong parkir yang disediakan panitia hampir terisi semua. Kantong parkir terjauh di belakang Kolam Renang Tirtomoyo Jebres dan depan Rumah Sakit Panti Waluyo.

Meski parkir berada di beberapa lokasi yang cukup jauh dari Stadion Manahan, sejauh pantauan Solopos.com kemacetan lalu lintas tidak terjadi secara permanent. Kemacetan hanya terjadi di saat-saat tertentu, sehingga tidak ada pengalihan arus. Kendaraan penerangan Satlantas Polresta Solo juga sering berkeliling untuk menyiarkan permintaan agar masyarakat sementara menghindari wilayah Stadion Manahan.
Saat Banser mulai memasuki dan keluar Stadion Manahan kepadatan lalu lintas mencapai puncaknya. Meski lancar, kendaraan hanya bisa berjalan menyemut. Kemacetan mencapai dua jam. “Semua berjalan lancar, tidak ada kecelakaan, hanya macet biasa,” ungkap Kapolresta Solo, Kombes Pol Asjima’in, di lokasi Harlah. 

Sumber : Solopos.com

Presiden hadiri peringatan Harlah GP Ansor

Solo - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menghadiri peringatan Hari Lahir Gerakan Pemuda Anshor ke-78 di Stadion Manahan, Solo, Senin.

Presiden Yudhoyono yang didampingi Ibu Negara Ani Yudhoyono tiba di tempat acara sekitar pukul 19.20 WIB.

Sekitar 34 ribu anggota Anshor dan Banser, organisasi sayap NU tersebut, memadati stadion yang berkapasitas sekitar 25 ribu tersebut.

Mereka memeriahkan acara tersebut dengan meneriakkan gemuruh yel-yel GP Ansor.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga didampingi oleh para menteri anggota kabinet, di antaranya Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa, Menteri Dalam negeri Gamawan Fauzi, Menteri Keuangan Agus Martowardojo, Menteri Agama Suryadarma Ali,

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan M Nuh, serta Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Malarangeng.

Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid dalam sambutannya mengatakan, umat Islam harus memberikan manfaat dan tidak memaksakan kehendak. "Sebagaiamana konsep Islam Rahmatan Lil Alamin," katanya.

Untuk itu, menurut dia, Ansor akan selalu berada di depan mendukung Negara Kesatuan Republik Indonesia, dan memerangi radikalimse yang memecah-belah NKRI.

34.000 Banser Apel Harlah GP Ansor di Solo

SOLO - Sebanyak 34.000 banser mengikuti apel dalam rangka puncak peringatan hari lahir (harlah) ke-78 Gerakan Pemuda Ansor yang diselenggarakan di Stadion Manahan, Solo, Jawa Tengah, Senin (16/7/2012) malam ini.

Acara ini juga akan dihadiri Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang sekaligus akan membuka rangkaian The 1st International Islamic Financial Inclusion Summit yang menjadi salah satu agenda harlah ini.

"Tadi malam yang sudah konfirmasi akan hadir sebanyak 34.000 banser," kata Ketua Umum GP Ansor Nusron Wahid.

Tema harlah tahun ini, menurut Nusron "Memperkokoh Kebhinnekaan, Mengentaskan Kemiskinan". Ini karena masalah kebinekaan belakangan ini kerap mengalami gangguan.
"Ada kelompok yang ingin menyeragamkan kebinekaan kita. Padahal perbedaan adalah sunnatullah," kata Nusron. 

Sumber : Kompas.com

Ketua GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas: Jokowi Tidak Akan Terbendung

Sabtu, 14 Juli 2012

Solo (gp-ansor.org)- Ketua Pusat GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas memprediksikan pasangan Joko Widodo (Jokowi) dengan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) yang diusung oleh PDI Perjuangan dan Partai Gerindra yang dalam penghitungan cepat sementara unggul, nanti apabila maju dalam putaran kedua sulit untuk dibendung.

“Pasangan Jokowi-Ahok ini ibaratnya kalau dulu seperti Susilo Bandang Yudhoyono (SBY) ketika maju pada pemilihan presiden. Mau diapa-apakan tetap akan menang,” kata Yaqut Cholil Qoumas pada sela-sela persiapan acara Harlah GP Ansor Ke-78 yang secara nasional di pusatkan di Solo, Jumat.

Menyinggung masalah dukungan untuk Jokowi, ia mengatakan secara organisasi sudah jelas GP Ansor tidak akan memberikan dukungan kepada salah satu partai politik, “Tapi anggota Ansor boleh berada di mana-mana”.

“Ya untuk saya pribadi sebagai orang Jawa Tengah jelas saya berikan dukungan penuh kepada Pak Jokowi. Saya bangga orang Jawa Tengah bisa menjadi Gubernur DKI Jakarta. Hal ini wajar-wajar saja, karena mau-gak mau jelas juga akan memberikan dampak baik langsung maupun tak langsung bagi warga di Jawa Tengah,” katanya.

Ia mengatakan Jokowi yang sekarang menjadi Wali Kota Surakarta, mempunyai konsep luar bisa dalam membangun Kota Solo, dan apabila bisa diterapkan di Jakarta tentu akan sangat indah.
“Saya tadi malam (Kamis Malam) keliling Kota Solo yang dulu terbakar habis waktu itu sekarang sudah terbangun kembali dengan megah dan tertata rapi,” katanya.

Hasil penghitungan cepat Pilkada DKI Jakarta yang berlangsung Rabu (11/7) lalu menunjukkan pasangan Jokowi-Ahok menggungguli lima pasangan lainnya termasuk incumbent Fauzi Bowo.

Banser

 

© Copyright GP ANSOR PAC GABUS 2010 -2011 | Design by Herdiansyah Hamzah | Powered by Blogger.com.