SOLO - Puncak peringatan hari lahir GP Ansor di Stadion
Manahan, Solo, Senin (16/7/2012) malam betul-betul menyedot massa dalam
jumlah luar biasa.
Sebanyak 50.000 Banser memadati Stadion Manahan sebelah barat.
Mengenakan seragam lengkap dengan membawa bendera Nahdlatul Ulama (NU),
ribuan peserta itu memanaskan suasana dalam tribun dengan berbagai
yel-yel Banser masing-masing daerah.
Sementara, di luar tribun, ratusan Banser yang tak mendapatkan
tempat, rela menonton seluruh rangkaian acara di tiga layar berukuruan
sekitar 3X2 meter yang disediakan panitia di stadion sebelah selatan.
Menggunakan alas seadanya, dengan khusyuk mereka menyaksikan setiap
rangkaian acara bersama ratusan jamaah Habib Syech bin Abdul Qodir
Assegaf.
Antusiasme ribuan Banser memang tak terbendung. Mereka yang berasal
dari berbagai wilayah ini mengaku datang ke Harlah GP Anshor adalah
sebuah kewajiban. Mualif misalnya, meski raut mukanya sudah terlihat
kusut, ia mengaku tetap semangat. Kelelahannya yang dirasakan sejak pagi
seolah hilang setelah melihat meriahnya acara di dalam stadion. “Tadi
harus jalan kaki cukup jauh dari area parkir, tapi ya sampai di sini
(Stadion Manahan) lelahnya hilang,. Kami akan ikuti acara hingga
rampung,” ungkap lelaki ini.
Banser asal Boyolali, Budi, tak kalah antusias. Lelaki yang datang
bersama puluhan Banser lain dari Boyolali ini mengaku undangan Harlah GP
Ansor baru diterima pukul 18.00 WIB. Namun, hal itu tak menyurutkan
niatnya datang ke acara yang dihadiri Presiden RI, Susilo Bambang
Yudhoyono itu. “Tahu ada undangan itu kami yang tanpa persiapan langsung
berkemas. Pokoknya harus datang, demi solidaritas bersama,” ucapnya
mantap.
Sementara, di luar Stadion Manahan, ribuan kendaraan roda dua dan
empat milik peserta memnuhi jalanan Kota Solo. Sebanyak 19 titik kantong
parkir yang disediakan panitia hampir terisi semua. Kantong parkir
terjauh di belakang Kolam Renang Tirtomoyo Jebres dan depan Rumah Sakit
Panti Waluyo.
Meski parkir berada di beberapa lokasi yang cukup jauh dari Stadion Manahan, sejauh pantauan Solopos.com
kemacetan lalu lintas tidak terjadi secara permanent. Kemacetan hanya
terjadi di saat-saat tertentu, sehingga tidak ada pengalihan arus.
Kendaraan penerangan Satlantas Polresta Solo juga sering berkeliling
untuk menyiarkan permintaan agar masyarakat sementara menghindari
wilayah Stadion Manahan.
Saat Banser mulai memasuki dan keluar Stadion Manahan kepadatan lalu
lintas mencapai puncaknya. Meski lancar, kendaraan hanya bisa berjalan
menyemut. Kemacetan mencapai dua jam. “Semua berjalan lancar, tidak ada
kecelakaan, hanya macet biasa,” ungkap Kapolresta Solo, Kombes Pol
Asjima’in, di lokasi Harlah.
Sumber : Solopos.com


0 komentar:
Posting Komentar